Naning

Mengacak-acak Mainan

Inilah hal yang disuka oleh anak balita: mengacak-acak mainannya. Begitu juga Zahid. Senin lalu ia meminta semua kotak mainan dihadapkan kepadanya. Lalu ia berteriak pada ayahnya, meminta tolong supaya salah satu kotak itu dijungkirin supaya semua mainan keluar semua di lantai. Meski sudah disarankan untuk mengeluarkan satu-satu, tetap saja Zahid tidak menerima cara itu. Rupanya ia menyenangi suara-suara yang muncul dari mainan yang tumpah ruah ke lantai.


Selama 6 minggu terakhir, Zahid mendapatkan pengasuh baru. Namanya Bi Iyah. Zahid memanggilnya nenek, sebab Bi Iyah sendiri sudah memiliki beberapa orang cucu di rumahnya, Pasir Muncang, Bogor. Kesenangan Zahid membongkar mainan sedikit terganggu karena nenek suka membereskan mainan ketika anak kami ini beralih aktivitas ke hal lain, atau Zahid sedang tidur siang. Setelah mengetahui mainannya telah berada di kotak, Zahid akan marah-marah luar biasa.

Akhir pekan lalu nenek pulang ke desanya seperti biasa. Namun ternyata nenek tidak bisa lagi kembali ke rumah kami untuk mengasuh Zahid. Anak nenek yang masih duduk di bangku SD membutuhkan perhatiannya dan karena itu suami nenek tidak mengizinkan lagi untuk kembali. Kami sudah memberi kesempatan pada nenek untuk pulang ke rumah sekali dalam dua minggu. Namun kali ini ia benar-benar tidak bisa kembali, meminta maaf pada kami dan berjanji akan mencarikan pengganti dari desanya. Kami tahu nenek memang baik sekali pada kami. Sebenarnya kami sedih juga karena Zahid baru mulai terlihat bisa akrab dengan nenek. Cukup lama untuk Zahid menyesuaikan diri dengan pengasuh yang baru. Sebulan pertama, Zahid masih suka nangis meminta ayahnya tidak berangkat bekerja. Ia masih minta ditemani bermain karena ibunya sudah lebih dulu berangkat bekerja pada pukul setengah tujuh.

Sejak Senin pagi, mbah putri hadir di rumah dan menemani Zahid sebelum ada pengasuh yang baru. Mulai terlihat lagi sikap manja Zahid pada neneknya. Senin itu ia bongkar semua isi kotak mainan. Ia tidak mengizinkan neneknya membereskan mainan itu. Jadilah ruang tengah penuh mainan dari pagi hingga malam hari. Saat ibunya pulang, barulah mainan itu bisa dibereskan, dimasukkan kembali ke dalam kotaknya.

Tidak hanya mainan di dalam kotak yang suka diacak-acak. Buku-buku Zahid di rak juga sering diturunkan semua ke lantai. Ia akan melihat-lihat isi buku yang di dalamnya ada gambar-gambar yang ia sedang sukai. Mulai dari gambar binatang-binatang, berbagai jenis kendaraan, hingga berupa warna-warna menarik dari isi buku. Ia akan menyebutkan semua binatang, semua warna, semua jenis alat transportasi. Ia mencoba mengingat semuanya dan bertanya yang mana ia lupa atau belum tahu apa.

Membongkar, mengacak-acak, atau apapun yang dilakukan oleh anak bukanlah aktivitas buruk. Ini semua adalah proses belajar anak yang harus difasilitasi dengan baik oleh orang tua. Sebagai orang tua kita harus memahami betul tumbuh kembang anak supaya tidak salah menyikapi apapun yang terjadi pada anak. Kami masih terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak kami, Zahid.

0 komentar:

Post a Comment

Blogger Templates by Blog Forum