Naning

Catatan u ayah dan ibu

Bu, anaknya sudah 4 tahun kok belum sekolah?

- ini jawabannya-

🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼🌿🌼

Jika Anak Sekolah Terlalu Dini
(Elly Risman, S. Psi)

1. Keyakinan umum...
* Otak anak usia dini seperti spons, artinya ini masa yg tepat untuk ditanamkan ilmu, agar anak tumbuh cerdas
* Semakin dini disekolahkan, otak anak semakin berkembang.

2. Sehingga...
Ada ortu yg menyekolahkan sedini mungkin, bahkan ada yg masuk prasekolah diusia 1,5-2 tahun.

3. Mari kita bercermin...
* Apakah kita begitu meyakini bahwa anak harus segera pintar agar siap menghadapi persaingan zaman?
* Apakah kita disiapkan mjd orang tua?
* Apakah memiliki bekal yang cukup dlm mengasuh?
* Bagaimana innerchild diri kita?

4. Betapa kita disiapkan untuk menjadi ahli namun tdk disiapkan jadi orangtua, shg tidak punya kesabaran & endurance utk jadi ortu.

5. Ilmu yg kita miliki untuk mengasuh pun serba tanggung.
Ilmu yg setengah-tengah, berujung pada false belief (keyakinan yg salah).
Sayangnya false belief ini dpt berubah menjadi societal false belief (keyakinan yg salah pd sekelompok orang).
Jika ortu tdk memiliki kemampuan berpikir (thinking skill) yg baik, false belief akibat ilmu yg serba tanggung itu jd pembenaran bersama atas keputusan kita yg keliru.

6. Pintar ada waktunya!
Karena yg berkembang adalah pusat perasaan, anak usia dini hrs jadi anak yg bahagia, bukan jd anak yg pintar!

7. Kita berpikir...
"Kan di sekolah belajarnya sambil bermain"
"Kan anak perlu belajar sosialisasi"
"Kan anak jd belajar berbagi & bermain bersama"
Padahal...
* Anak usia dini belum perlu belajar sosialisasi dg beragam orang
* Saat anak diusia dini, otak anak yg paling pesat berkembang adl pusat perasaannya, bukan pusat berpikirnya.

8. Di sekolah, kegiatan anak hanya bermain kok!
Taukah ayah bunda, permainan terbaik adalah tubuh ayah ibunya! Bermain dg ayah ibu jga menciptakan kelekatan. Misal: bermain peran, bermain pura-pura, muka jelek, petak umpet.

9. Di sekolah, mainan lebih lengkap.
Permainan paling kreatif adalah bermain tanpa mainan. Jangan batasi kreatifitas anak dg permainan yg siap pakai.
Contoh: karpet jadi mobil, panci jadi topi.

10. Di sekolah, anak belajar bersosialisasi & berbagi.
Anak <5 th blm saatnya belajar sosialisasi. Ia blm bisa bermain bersama. Mereka baru bisa bermain bersama-sama.
Bermain bersama-sama= bermain diwaktu & tempat yg sama namun tdk berbagi mainan yg sama (menggunakan mainan masing2)
Bermain bersama= bermain permainan yg membutuhkan berbagi mainan yg sama.

11. Di sekolah, anak belajar patuh pada aturan & mengikuti instruksi.
Aturan & instruksi perlu diterapkan setahap demi setahap. Jika di rumah ada aturan, di sekolah ada aturan, berapa banyak aturan yg harus anak ikuti? Apa yg dirasakan anak?
Analogi: Seorang anak <5 thn yg sangat berbakat dlm memasak, dimasukkan ke sekolah memasak. Di sekolah itu, dia diajari berbagai aturan memasak yg banyak, dilatih oleh beberapa instruktur sekaligus. Yg dirasakan anak: pusing!

12. Memasukkan sekolah anak terlalu dini, sama seperti menyemai benih kanker.
Kita tidak tahu kapan kanker akan muncul & dlm jenis apa.
Otaknya belum siap. Kita tidak pernah tahu kapan ia kehilangan motivasi belajar.
Semakin muda kita sekolahkan anak, semakin cepat pula ia mengalami BLAST (Bored Lonely Afraid-Angry Stress Tired).
anak yg mengalami BLAST, lebih rentan mjd pelaku & korban bullying, pornografi & kejahatan seksual.

13. Jika si adik ingin ikut kakaknya sekolah...
Sekolah itu bukan karena ikut-ikutan. Anak harus masuk masa teachable moment, krn memang ada anak yg mampu sekolah lebih cepat dr ketentuan umum yg berlaku. Ortu harus mampu mengendalikan keinginan anak. Kendali ada ditangan ortu, krn otak anak belum sempurna bersambungan.

14. Ciri anak memasuki masa teachable moment.
* Menunjukkan minat utk sekolah
* Minat tersebut bersifat menetap
* Jika kita beri kesempatan untuk bersekolah, ia menunjukkan kemampuannya.

15. Kapan sebaiknya anak masuk sekolah?
* TK A → usia 5 th
* TK B → usia 6 th
* SD → usia 7 th
Dibawah usia 5 th, anak tdk perlu bersekolah.

Kebutuhan anak 0-8 tahun adalah bermain & terbentuknya kelekatan.

Jangan kau cabut anak2 dari dunianya terlalu cepat, krn kau akan mendapatkan orang dewasa yg kekanakan.
-Prof. Neil Postman, The Disappearance Childhood-

Sumber: Yayasan Kita & Buah Hati

Baca selengkapnya....
Naning

Agar anak sesuai fitrahnya

🍃🌻 *Bagaimana agar anak anak kita terhindar dari sifat HOMO dan LESBI*
.
Didiklah anak sesuai fitrah seksualitas, artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya.
Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan.

Jika ia laki-laki maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki-laki.

Pertanyaan berikutnya yg muncul, bagaimana teknis membangkitkan fitrah seksualitas ini ?
Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya.

1. Usia 0 - 2 tahun

Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya.

Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun.
Menyusui, bukan memberi asi. Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp. (hp adalah godaan terberat bagi umahat)
Maka sambil murojaah hafalan.. Adalah cara yg baik dlm menyusui..

2. Usia 3 - 6 tahun

Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya.

Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya. Perbanyak aktivitas bersama. Ajari adab sopan santun dan contoh yg baik dlm tahap ini.
Pakaikan baju sesuai gendernya.. Walaupun mereka belum paham tp tabiat ini akan mulai tertanam... Disini bila sudah masuk paud maupun TK harus dipahami oleh gurunya tentang urgennya adab bicara dan sopan santun serta pembiasaan baju dan mainan sesuai gendernya.

3. Usia 7 - 10 Tahun
Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya. Dengan memisah tempat tidur dg anak lawan jenis. Awasi Teman main agar sesuai gendernya dan tentu yg punya adab baik. Perhatikan Jenis permainannya  yg sesui gendernya. Dan tentu pakain serta perlengkapannya agar tdk ada usur menyalahi fitrah yg bukan aslinya.

Anak laki-laki, maka dekatkan dengan ayahnya.
Ajak anak beraktifitas yang menonjolkan sisi ke-maskulin-annya. Nyuci motor, akrab dg alat-alat pertukangan, dsb.

Jika anak perempuan, maka dekatkan dengan bundanya.
Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya. Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih-bersih rumah, menjahit dsb.

4. Usia 11 - 14 tahun
Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan.
Lintas gender.

Jika anak laki-laki maka dekatkan pada bundanya.
Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya.

Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tersebut 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki-laki lain.

Jika tdk dekat dengan ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki-laki yang menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata.

Saat ada laki-laki yang memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau karena ada ayahnya yg lebih sering memujinya.
Kalau ada laki-laki yang memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek-klepek karena ada ayahnya yg lebih dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah.

Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dengan ayahnya, maka sebaliknya, anak laki-laki harus dekat dengan bundanya.

Efek yang sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki-laki punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan.

Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana?
Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan.
Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki-laki lain yg bisa menjadi sosok ayah pengganti. Bisa kakek, atau paman.

Sama dengan Rasulullah. Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi Rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu. Ada kakek dan pamannya. Ada nenek, bibi dan ibu susunya.

Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana?
Sudah tuntas. Karena jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh.

Artinya anak kita sudah "bukan" anak kita lagi.
Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita. Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak-anak, karna kita hanya punya waktu 14 tahun saja.

Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman-teman.
Moga Allah mampukan dan bisa mempertanggung jawabkan amanah ini kelak di hari penghitungan.

Selamat berkumpul dan merajut cinta bersama keluarga. Apapun keadaannya, jangan lupa bersyukur kpd Allah ta'ala

📝 Jum'at, 13 Juli 2018 / 29 Syawwal 1439

Dishare oleh : Ustadz Abu Riyadl _hafizhahullah_
➖➖➖

Baca selengkapnya....

" Apa tugas ibu di rumah ? ".
Apa tugas ibu di rumah ? Setelah memasukkan anak anaknya ke pesantren ? Siang malam anak diurus orang lain , dikasih makan orang lain , di ajarin orang lain bahkan tidur pun sama orang lain ..

Ibu hanya ketemu sebulan sekali , bahkan kadang lebih , kayak saya gini yang anak saya ada di pesantren nun jauh di sana , ratusan kilometers jaraknya . Naik pesawatpun pinggang ngerentek  saking jauhnya .

Tapi demi masa depan anak yang kita harapkan lebih baik , kita rela memisahkan rasa dengan realita .

Apa yang ibu harus lalukan ? Selama ini anak di depan mata . Dalam genggaman kita , tapi sekarang , untuk ngatur menu makanannya pun kita tak berdaya ...

Apalagi kayak saya yang punya sekolahan , kalau anak saya lagi sekolah di sekolahan saya ; saya bisa ngatur sampai sedalam dalamnya , bahkan ada orgtua yang rela jadi pengurus kelas untuk  bantu ngatur anak anaknya walau tak begitu maksimal sebab segalanya sudah diatur sekolah , diambil alih sekolah .

Risau ? Tentu saja ada . Soal guru yang mungkin pilih kasih , soal teman yang mungkin  pilih pilih , soal kakak kelas yang mungkin membully , soal makanan yang gak bisa milih milih , soal tempat tidur yang mungkin kurang bersih , soal pelajaran yang mungkin tak di mengerti . Juga adaptasi awalan yang terkadang mengalami disorientasi .

# apa tugas ibu ? Ketika anak anak diambil oleh sekolah ?
1) Sholat n berdo'a di waktu malam ..
~ Yaa Alloh , Yaa Rahmaan .. Engkaulah  sebaik baik penjaga . Tolong jaga anak kami dalam pengawasan Mu yang tidak pernah alpha . Ingatkan  dia bila dia salah , tegurlah dia dengan caraMu .
2) Shaum ; agar hati menjadi bersih dan emosi lebih tertata sehingga siap mendengar berita apapun mengenai dia .
3) Tilawah ; agar hati menjadi tenang ~ agar ada ikatan hati antara apa yang kita baca dengan yang di baca / di hafal anak anak sama ..
4) Berinfaq ; Berwasilah dengannya agar -dimudahkan jalannya dalam mencari ilmu . Dipermudah urusannya ketika anak anak tidak bersama dengan kita .

Kita tidak tahu , dia sedang apa sa'at ini . Apa yang dirasa detik ini . Apa yang ada dalam pikirannya saat ini . Kita berdo'a agar ~ semua baik baik saja . Di tangan org baik , situasi yang baik dan lingkungan yang baik ..
~ Hanya Allah tempat kita meminta .Khusus untuk dia .
# Allah Maha Kuasa.
# Allah Maha Pemberi Hidayah .
~ Tugas ibu , ketika anak jauh dari pandangan ~ banyak munajat di atas sajadah panjang karena dengan mengingat Allah ,  hati menjadi tenang ..

{الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ}

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).

By; Fifi . P Jubilea ( Jisc n Jibbs ' s Owner)

Baca selengkapnya....
Naning

Jadikan anak kita kader muslim..pembaharu

Dulu di mesir, ada satu perwira militer sholeh yang sangat disegani, namanya Kolonel Mistafa Hafidz.

Cerdas, tegas, kharisma nya sangat tinggi, sangat berwibawa.

Dia diprediksi menjadi Presiden mesir mendatang, karena kepribadiannya sangat menonjol.

Rezim mesir saat itu sangat ketakutan padanya, selain berwibawa dan berkharisma tinggi.

Musthafa Hafidz juga sangat dicintai pasukannya, kira kira hampir sama dengan Kharisma seorang Jenderal Erwin Rommel dalam tubuh Nazi Jerman.

Ketika namanya mulai membesar, rezim mesir gak tahan dalam paranoidnya, konsultasi dengan Mossad israel dilakukan, 3 tahun setelahnya Sang Kolonel sholeh tersebut dihabisi Oleh agen Mossad bekerjasama dengan militer mesir.

Sepucuk surat yang dikirimkan kepadanya meledak saat dia membacanya, surat bom itu adalah cara mossad menghabisinya.

Berselang 2 tahun kemudian, seorang ahli nuklir mesir Musthafa Musyarrafah juga dibunuh diluar negeri, pelakunya sama, Mossad.

Berselang 1 tahun kemudian, seorang muslimah ahli atom mesir juga dihabisi di inggris dengan cara ditabrak mobil, agar terlihat seolah olah murni kecelakaan, muslimah hebat itu bernama Samirah Mousa.

Kenapa mereka dihabisi? Karena seorang kader islam yang hebat, itu lebih menakutkan bagi yahudi dan kawan kawannya.

Karena seorang kader islam yang hebat, itu harganya lebih mahal daripada harga kantor pusat sebuah partai, atau dari harga semua aset properti sebuah organisasi dll.

Karena seorang kader hebat itu mencetaknya tidaklah mudah, seorang kader islam yang hebat, bisa jadi lebih mahal dari sebuah negara, uang bukan masalah bagi musuh islam, tapi kader islam yang hebat, benar benar masalah buat mereka.

Itulah mengapa Erdogan hari ini di turki mengkader anaknya sendiri Bilal Erdogan, seorang doktor ahli politik lulusan Harvard University.

Itulah mengapa, kemanapun Erdogan pergi, dia selalu ditemani oleh menantu nya sendiri Barak Al bayrak, bahkan saat malam kudeta yang hampir merenggut nyawa Erdogan, Menantunya adalah perisai bagi erdogan.

Erdogan ingin menantu nya langsung dapat ilmu lapangan yang mahal agar suatu saat bisa membangun turki, Erdogan tau, dia gak hidup selamanya, basis erdogan adalah sumber daya manusia.

Itulah mengapa, Erdogan saat ini terus mempersiapkan penggantinya, mulai dari Bekir Bozdag, Sulayman Soylu, sampai anak muda hebat Osman sang orator hebat pemuda AKP.

Itulah mengapa, Imam Syahid Hasan Al banna menyebut kader IM yang hebat sebagai Rasyidul Harokah, orang yang akan menjadi penerus yang meluruskan jalan kedepan.

Itulah mengapa, ulama Dunia Syeikh Yusuf al qardhawi juga mempersiapkan penerusnya, mulai dari ulama muda mesir, ulama ulama muda qatar sampai sekretatis pribadinya Syeikh Ishom Tholimah.

Harga kader islam itu gak bisa dikonversi kedalam rupiah maupun dolar, harga kader islam yang hebat itu sungguh sangat mahal, tidak menghargai kader kader islam sama dengan merobohkan kekuatan islam itu sendiri dalam jangka panjang.

Kader islam itu akan hidup lebih lama daripada masa dan usia para pimpinannya, dan yang jauh lebih awet adalah narasi narasi besar kader islam yang sangat dibutuhkan dunia untuk menuju kejayaan.

Mengkerdilkan kader islam sama dengan memotong urat nadi islam itu secara perlahan, sadar ataupun tidak, paham ataupun tidak, maka jagalah kader islam kita dari semua makar musuh, baik dari dalam islam itu sendiri terlebih dari luar para mafia intelijen dan para operator politik yang jahat.

Tengku Zulkifli Usman

Baca selengkapnya....

Bagus utk dibaca ..
Utk para Orang tua yg putra & putrinya di Pondok Pesantren, dimanapun.

*Untuk para ustadz dan ustadzah, musyrif dan musyrifah....
::: Sekeping Catatan Hati..para wali santri*

Anak-anak kami,
Adalah bagian dari jiwa kami..

Melepas mereka tak ubahnya seperti mencabut hati kami sendiri.

Andai bisa, tentu kami ingin mereka selalu dalam jangkauan mata.
Namun kami sadari, tangan kami saja tak cukup kuat membimbing mereka..

Kami mencintai mereka,
Tapi, cinta kami seringkali buta,
Tak sanggup melihat aib dan kurang mereka..

Kami menyayangi mereka,
Tapi kasih sayang kami terkadang tak cukup menyelamatkan mereka dari api Neraka..

Menyadari ketidakberdayaan kami,
Dengan sepenuh kesadaran, kami lepaskan anak-anak kami jauh dari rumah, tempat mereka dibesarkan..

Ada sesak yang kami tahan di dada,
Ada air mata yang diam-diam kami tumpahkan,
(Ketika) melepas kepergian mereka..

Hanya harapan yang sanggup membuat kami berpura-pura tersenyum,
Harapan kiranya perpisahan ini menjadi jalan yang akan mengantar mereka menuju ketakwaan..

Anak-anak kami,
Datang ke #Pondok ini dengan segenap kekurangan mereka..

Maafkan, jika mereka kurang santun dlm berperilaku,
Kurang sopan dlm bertutur kata,
Kurang sungguh-sungguh dalam belajar,
Kurang taat pada peraturan,
Dan sederet kekurangan lainnya..

Anak-anak kami,
Bukan sepotong kain yang kami kirim untuk dijahit menjadi baju dalam hitungan hari,
Bukan adonan tepung yang hanya butuh beberapa jam untuk mengolahnya menjadi roti..

Tapi, jiwa-jiwa yang punya ego dan perasaan,
Yang perlu proses panjang untuk membentuk akhlak dan kepribadian mereka..

Mungkin, sesekali mereka akan membangkang,
Dan dengan keterbatasn ilmunya, justru menjerumuskan diri ke dalam dosa..

Saat itulah, kami harapkan teguran penuh kelembutan dari ustadz untuk anak-anak kami..

Atau, peringatan tegas, bahkan sedikit "kekerasan" dalam batas syariat sebagai pendidikan..

Betapapun kami menyayangi anak-anak kami,
Betapapun kami ingin mereka hidup nyaman tanpa beban,
Kami masih tega melihat mereka menanggung "kesusahan" hidup sebagai santri,
Demi mendidik mereka menjadi pribadi bertakwa..

Kami rela mereka menanggung beban dunia,
Tapi kami tak sanggup melihat anak-anak kami terjerumus dalam dosa dan tersiksa dalam panasnya Neraka..

Karenanya,
Dengan segala kerendahan,
Kami (meng-) harapkan bantuan ustadz  dalam membimbing mereka..

Anak-anak kami,
Pergi jauh meninggalkan orangtua dan sanak saudara,
Kami harap di Pondok mereka menemukan gantinya..

Rengkuh mereka sebagai anak,
Atau adik yang layak disayangi setulus hati..

Jangan pandang mereka dengan ketidaksempurnaan mereka saat ini,
Tapi lihatlah mereka belasan atau puluhan tahun mendatang..

Anak-anak kami,
Dengan segala kekurangannya adalah aset muslimin,
Calon penerus perjuangan masa depan..

Kami tak mengharap kesempurnaan ustadz  dalam memahami anak-anak kami,
Sebab kami sendiri, yang mengenal mereka sejak masih dalam kandungan-pun, seringkali gagal mengenali karakter mereka..

Hanya kesabaran dan kesungguhan dalam usaha,
Yang kami yakin tak semudah membalik telapak tangan..

Meski sebenarnya kami merasa malu,
Sebab kami tak dapat menawarkan apapun sebagai imbalan..

Hanya secuil doa,
Kiranya setiap tetes keringat akan meluruhkan dosa-dosa..

Kiranya setiap jengkal langkah dan jerih payah meninggikan derajat Antum di taman-taman Surga..

Dan kiranya setiap sesak yang menghimpit karena ulah anak-anak kami melapangkan jalan Antum menuju ridha-Nya..

Kami, dengan sepenuh usaha akan belajar ikhlas melepas anak-anak kami..
Akan kami iringi kesabaran ustadz  dengan ketabahan..
Akan kami imbangi kegigihan Antum dengan doa dalam sujud-sujud panjang..
Akan kami teladani keikhlasan dan kesungguhan Antum, sebab kami sadar, kami-lah yang pertama bertanggung jawab terhadap pendidikn anak-anak kami...

Bismillah, insya Allah..

Copas

Baca selengkapnya....

Blogger Templates by Blog Forum